Kamis, 28 Juni 2012

jaringan pengikat benar


JARINGAN PENGIKAT BENAR
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas individu
Mata kuliah Struktur Perkembang’an Hewan I
Dosen Pembimbing :

Disusun oleh :
Sulfiyah                     (10620079)




 





LOGO UIN.jpg


JURUSAN BIOLOGI
 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG




KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah atas limpahan Rahmat,  Taufiq,  serta Hidayah Nya sehingga dapat menyelesaikan  makalah kami yang berjudul “Jaringan Pengikat Benar”.
Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah banyak memberikan  informasi kepada penulis sehingga terselesaikan tugas makalah ini. Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui pengertian dari jaringan pengikat benar, macam-macamnya dan bagian-bagiannya.
















BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dan berkelompok. Jaringan yang berkelompok dan bekerja bersama melaksakan fungsi tertentu dan membentuk suatu organ. Lalu jaringan dan organ bekerja bersama-sama membentuk sistem organ. Organ bersama dengan sistem organ akan membentuk organisme. Tubuh organisme tingkat tinggi, mula-mula berasal dari satu sel zigot, lalu membelah secara mitosis berkali-kali mengahasilkan banyak sel, yang mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan, organ, sistem organ.
Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat, menambat, dan menyokong berbagai jaringan, organ, dan bagian badan, dimana jaringan ini dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matriks ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari mesenkim (sel-sel mesenkim), di mana sel-sel mesenkim tersebut akan berdiferensiasi menjadi sel-sel penyusun jaringan ikat pada tubuh dewasa.
Dibuatnya makalah ini bertujuan agar penulis bisa menambah pengetahuan lagi tentang jaringan pengikat benar dan bagi pembaca diharapkan bisa mempelajari dan memahami jaringan pengikat benar yaitu meliputi pengertian, macam-macam dan pembagian masing-masing.
1.2  Tujuan
Tujuan dalam makalah jaringan pengikat benar ini adalah:
  1. Untuk memahami pengertian jaringan pengikat benar.
  2. Untuk memahami macam-macam jaringan pengikat benar.
  3. Untuk memahami pengertian macam-macam jaringan pengikat benar.
1.3  Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam makalah jaringan pengikat benar adalah:
  1. Bagaimana pengertian jaringan pengikat benar?
  2. Berapakah macam-macam jaringan pengikat benar?
  3. Bagaimana pengertian macam-macam jaringan pengikat benar?



















BAB II
JARINGAN PENGIKAT BENAR

2.1 Pengertian jaringan pengikat benar
      Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat, menambah, dan menyokong berbagai jaringan, organ, dan bagian badan, dimana jaringan ini dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matriks ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari mesenkim (sel-sel mesenkim), di mana sel-sel mesenkim tersebut akan berdiferensiasi menjadi sel-sel penyusun jaringan ikat pada tubuh dewasa.
Jaringan ikat terdiri atas sel-sel dan zat ekstrasel yang disebut matriks (kecuali darah dan limfe). Substansi dasar dari jaringan ini adalah zat amorf, transparan, tanpa warna, besifat seperti gel semi cair dengan kadar air tinggi, berfungsi untuk menunjang jaringan ikat dan mengelilingi sel serta seratnya. Substansi dasar ini terutama terdiri dari glikosaminoglikans dan glikoprotein dengan asam hialuronat sebagai glikosaminoglikans utamanya.

2.2 Fungsi-fungsi jaringan pengikat benar
Fungsi jaringan pengikat benar antara lain sebagai berikut :
1.  Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.
2.  Membungkus organ.
3.  Mengisi rongga di antar organ. Mengangkut zat oksigen dan makanan                     kejaringan lain.             
4.  Mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat pengeluaran.
5.  Menghasilkan kekebalan.

2.3 Macam-macam jaringan pengikat benar
Macam-macam jaringan pengikat benar antara lain sebagai berikut (yatim,1996:18):
1. Jaringan longgar
2. Jaringan rapat.

2.4 Ciri-ciri jaringan pengikat benar
Ciri-ciri jaringan pengikat benar yang didasarkan gambaran histologis yaitu (subowo,2009:63):
1. Terdiri dari macam-macam sel
2. Terdapat substansiinterseluler
3. berasal dari jaringan mesenkhim.

2.5 komponen jaringan pengikat benar
                  Ada 3 komponen jaringan ikat benar antara ain yaitu (yatim,1996:18):
1.                  Bahan dasar dan kandung
2.                  Sel
3.                  Serat

2.5.1 Bahan dasar dan kandug ( matriks )
Bahan amorf ekstraseluler yang bening dan homogen. Didalamnya terendam sel dan serat. Terdiri dari glikosaminoglikans atau proteoglikans, di dalamnya terdapat asam uronat dan heksosamin. Dalam kadar rendah ada pula terdapat cairan tubuh yang merembas dari dalam pembuluh kapiler darah (yatim,1996:18).

2.5.2 Sel
Bentuk dan fungsi sel jaringan pengikat beraneka. Semua tumbuh dari sel mesenkhim, yakni sel jaringan pengikat embrional yang memiliki banyak tonjolan seperti bintang (yatim,1996:19).
Sel jaringan pengikat terdiri dari (yatim,1996:19):  
a.      fibroblast
b.      makrofaga
c.       sel plasma
d.      sel mast
e.       lekosit
f.       mesenkhim
g.      melanosit

A.     Fibroblast
Sel yang paling utama dalam jaringan pengikat Berguna untuk menghasilkan serat dan bahan kandung ekstraseluler. Sel ini sangat motil. Ada 2 jenis antar lain adalah (yatim,1996:20):
a.  fibroblast ( muda ) biasa
b. fibrosit ( matang atau dewasa )
 Dalam keadaan khusus fibrosit dapat kembali bersifat muda, menjadi fibroblasst. Seperti kalau terjadi luka atau kerusakan jaringan. Beda kedua macam fibroblast itu ialah (yatim,1996:20):               
Hal beda

Fibroblast
Fibrosit
Ukuran
Besar
kecil
Bentuk
Bintang
gelendong
Sitoplasma
Basofil
asidofil
Inti
Besar,bundar telur
kecil, panjang
Tonjolan
Banyak
sedikit

Ciri ultrastruktur fibroblast pada umumnya: banyak REK, alat Golgi besar, banyak eukromatin, nukleolus jelas dan besar yang berguna untuk membikin serat kolagen serta elastis, dan bahan dasar serta kandung jaringan pengikat ( matriks ) (yatim,1996:20).
B. Makrofaga
            Biasa diringkas dengan makrofag, dari kata macro = besar, dan phagus = makan ; artinya sel yang berkemampuan besar memakan ( mem-phagocytosis ) sesuatu bahan yang tak perlu, tak normal, atau yang asing ( nonself ). Disebut jaga histiosit (yatim,1996:20).
Macam-macam makrofag ada 2 yaitu (yatim,1996:20):
1.      bertualang.
2.      menetap.
Keduanya dapat saling ubah kedudukan dari bertualang menjadi menetap, atau dari menetap jadi bertualang (yatim,1996:20).
Yang bertualang memiliki tonjolan ( pseudopodia ) untuk bergerak amoeboid. Intinya bundar. Yang menetap sel bentuk gelendong atau bintang, berinti bundar telur,kromatin memadat ( lebih banyak heterokromatin ). Pada jaringan pengikat longgar sulit dibedakan dari fibroblast (yatim,1996:20).
Yang bertualang lebih aktif memphagocytosis dari pada yang menetap. Sel ini berasal dari transformasi monosit dalam sumsum tulang. ( Monosit adalah sejenis leokosit ). Di bawah mikroskop elektron tampak plasmalemma tak rata, tapi berlipat-lipat, bercekuk-cekuk damn menonjol-nonjol. Dalam sitoplasma banyak lisosom yang berwarna gelap. Ini berasal dari butiran zat warna yang dipakai untuk mikroteknik, diphagocytosisnya semua, dan menumpuk dalam lisosom (yatim,1996:20).
Fungsi dari monosit ( leokosit ) antara sebagai berikut (yatim,1996:20-21):
1.      pertahanan atau penangkalan (imunitas); dengan memphagocytosis kuman, racun atau benda asing.
2.      mendaurkan kembali bahan protoplasma dan organel yang rusak dan mati (mungkin oleh kuman, racun, obat, butiran logam berat, dan sebagainya) menjadi molekul organis sederhana, yang kemudian dipakai lagi untuk memproduksi bahan protoplasma atau organel baru.
Beberap makrofag dapat bergabung jadi sel raksasa berinti banyak di daerah yang banyak tugas untuk phagocytisis (yatim,1996:21).
C.Sel plasma (plasmasit)
Pada jaringan biasa dan sehat jarang ditemukan. Banyak pada jaringan yang kena radang, alat limfoid, dan bagian tubuh yang selalu jadi sasaran pemasukan kuman, seperti selaput mukosa saluran pencernaan. Sel ini besar, bundar telur, kaya akan REK, inti bundar, heterokromatin berselang-seling dengan eukromatin membentuk gambaran seperti jari-jari roda yang berguna untuk mensintesa antibodi (Ab), yang akan disalurkan ke peredaran darah (yatim,1996:21-23).
Sel plasma barasal dari transformasi limfosit ( sel B ), setelah sel ini disensitisasi sehingga bisa respons imun, dengan masuknya antigen ( Ag ) ke dalam tubuh (yatim,1996:23).
.D. Sel mast
Dari bahasa jerman: masten, artinya menggemuk atau menyubur. Sel yang benar, bentuk bundar telur. Dalam sitoplasma banyak granula yang basofilik, berselaput unit membrane. Inti bundar, terletak di tengah. Granula berisi heparin dan histamin. Sel ini dirangsang untuk mengeluarkan kedua macam zat ini oleh kehadiran IgE (antibodi) yang diproduksi sel plasma. Pengeluaran zat produksi sel mast ini mendorong terjadinya reaksi alergi. Alergi terjadi oleh respons hipersensitivitas terhadap masuknya sejenis antigen ke dalam tubuh. Dapat pula terjadi respons hipersensitivitas yang lebih parah dan gawat, yang disebut anaphylactic shock. Yang belakang seringnya timbul setelah seseorang beberapa kali dapat suntikan suatu antioksin terhadap suatu jenis penyakit (ump. Tetanus) (yatim,1996:23).
Heparin antikuagulasi darah, sedangkan histamin menyebabkan kontraksi otot polos (terutama pada bronchioli), serta mengembangkan dan meningkatkan permabilitas pembuluh kapiler darah (yatim,1996:23).
E. Leokosit
Berasal dari darah atau limfa, yang keluar dari pembuluhnya, kalau ada radang di suatu tempat. Proses keluarnya lekosit dari pembuluh kapiler ini berlangsung routin, tapi meningkat kalau ada radang. Jenis-jenis lekosit itu ialah: eosinofil, basofil, dan limfosit (dua yang pertama adalah tergolong granulosit). Tentang lekosit ini diulas nanti dalam hal darah (yatim,1996:23).
F. Sel mesenkhim
Sel yang bersifat muda. Disebut juga sel jaringan embrional, karena membina jaringan pengikat dan penunjang embrio. Berasal dari mesoderm, berupa sel-sel yang tersebar di antara berbagai lapisan, bumbung, dan alat primitif embrio. Sebagian ada juga berasal dari migrasi sel ektoderm. Di masa awal diferensiasi sel ini membina apa yang disebut “ghost skeloton” ( rangka semu ). Sel inilah yang berdiferensiasi jadi berbagai macam derivat mesoderm: mioblast (sel induk otot ), hemositoblast ( sel induk darah ), khondroblast (sel induk tulang rawan ), osteoblast (sel induk tulang ), lipoblast ( sel induk lemak ), fibroblast, makrofag, sel mast, melanoblast ( sel induk melanosit ), dan sel endotel (sel prmukaan dalam pembulah darah ) serta mesotel ( sel pelapis rongga tubuh ). Sel ini pula yang membentuk atau berperanan penting dalam pembentukan beraneka alat dalam, seperti limpa, kelenjar ( nodus ) limfa, pembuuh darah, pembuluh limfa, jantung, hati, ginjal, anak ginjal ( adrenal ), dan gonad. Karena itu mesenkhim adalah pluripotent, mampu berdiferensiasi jadi banyak macam sel (yatim,1996:23-24).
Waktu dewasa sel ini terdapat dalam lapisan jaringan pengikat berbagai alat dalam dan saluran, dan paling sering ditemukan dekat dinding pembuluh kapiler. Letaknya tersebar jarang tak teratur, dengan kandung yang berupa lendir kental ( jelly ). Sel bentuk binatang, karena banyak bertonjolan panjang dan mengecil ke ujung. Selnya sangat inert, berpotensi besar untuk berdeferensiasi menjadi sel lain oleh adanya stimulus; terutama jadi makrofag. Waktu demikian ia bergerak amoeboid, bermitosis cepat, lalu berdeferensiasi jadi sel yang unipotent (dari yang pluripotent ). Sitoplasma berisi butiran lemak halus, inti di tepi dan lonjong (yatim,1996:15).
G. Melanosit
Mengandung dan menghasilkan melamin. Banyak terdapat pada lapisan epidermis kulit serta bulu. Juga pada piamater selaput otak serta pada lapisan sclera dan choroid mata. Bentuk selnya bundar, dengan tonjolan-tonjolan panjang tak teratur, terletak di antara sel-sel epidermis (yatim,1996:25).
Melamin adalah pigment coklat, disentesa sel sendiri dari asam amino fenilalanin. Melamin yang diproduksi sel ini disuntikan ke sel-sel epidermis sekitar lewat tonjolan-tonjolannya (yatim,1996:25).
2.5.3 Serat
Macam-macam serat jaringan pengikat ada 3 diantaranya yaitu (yatim,1996:25):
a. kolagen
b.      elastis
c.       retikulosa
Ketiga macam serat jaringan pengikat di atas di produksi oleh fibroblst (yatim,1996:25).
A.     Serat kolagen
Serat kolagen merupakan jenis serat yang terbanyak. Lapisan yang banyak mengandung serat ini jadi bewarna putih, karena itu disebut juga namanya serat putih. Serat yang kukuh dan dapat melengkung. Pada banyak tempat mereka membentuk berkas bergelombang (yatim,1996:25).
Bentuk bulat panjang seperti benang, diameter 1 – 20 um. 1 serat dibina atas banyak fibril ( serabut ) dengan diameter 0,2 – 0,5 um dan memberi gambaran lurik ( ada selang –seling beraturan gelap terang tampak di bawah mikroskop (yatim,1996:25).
Kolagen dibina atas protein, dan merupakan 30% seluruh protein tubuh Mammalia. Jika direbus berubah jadi gelatin. Perlu cukup vitamin C untuk membikin serat ini (yatim,1996:25).
B.     Serat elastis
Lebih halus dari pada serat kolagen, dan tidak lurik. Tidak bersusun rapat membentuk berkas seperti kolagen. Bercabang dan bergabung pada beberapa tempat, membentuk jalinan yang tak beraturan. Jika mereka banyak dalam suatu lapisan jaringan tampak berwarna kuning, karena itu disebut juga serat kuning (yatim,1996:26).
Serat ini kenyal, dibina atas elastis, sejenis protein. Sangat tahan terhadap asam atau perebusan (yatim,1996:26).
C.     Serat retikulum
Diameter lebih kecil sedikit daripada serat kolagen. Serat-serat yang bersama-sama tidak membentuk berkas sejajar bergelombang, tapi sedikit-sedikit, bercabang-cabang dan bergabung dengan yang lain, sehingga terbentuk gambaran seperti jala yang tak sama tebalnya (yatim,1996:27).
Seratnya dibina atas retikulum, sejenis protein. Jika direbus tidak berubah jadi gelatin. Terdapat banyak pada membrana batalis jaringan epitel dan alat retikulo-endotel ( limpa, nodus limfa, sumsum tulang ), hati, ginjal dan kelenjar buntu (yatim,1996:28).
            Jaringan Pengikat Longgar
Disebut juga jaringan areolar. Komponen utama ialah bahan dasar. Mengisi ruang antara serat-serat dan otot, menunjang jaringan epitel, dan membentuk lapisan luar pembuluh darah dan pembuluh limfa. Mengandung banyak fibroblast dan makrofaga, sedang serat kolagen dan elastis tersusun longgar dan jarang ( pada: dermis, subcutis ( bawah kulit ), lapisan serosa selaput peritoneum ( rongga perut ) dan pleura ( rongga dada ), lamina propria ( jaringan pengikat di bawah lapisan epitel yang membina lapisan mukosa ), mesenteri, omentum, dan dalam kelenjar (yatim,1996:29).
Dari namanya sudah jelas bahwa jaringan pengikat ini mempunyai stuktur longgar karena komponen sel-selnya dipisahkan oleh substansi interseluler yang nyata banyak (subowo,2009:73).
Jaringan pengikat longgar dengan pembuluh kapilernya tersebar luas diseluruh tubuh, yang biasanya memberikan tempat kedudukan bagi sel-sel epitel di atasnya untuk bertumpu, atau terdapat disekitar sel-sel kelenjar, serabut sarat. Jaringan pengikat longgar juga menyokong dan memberikan nutrisi dan pertukaran oksigen antara peredaran darah dan jaringan termasuk kepada se-sel otot (subowo,2009:73).
Oleh karena jarigan pengikat longgar tidak begitu kuat untuk menahan beban maka biasanya melanjutkan diri kedalam jaringan pengikat yang lebih padat (subowo,2009:74).
Macam-macam modifikasi jaringan pengikat longgar
Jaringan pengikat longgar macam-macam modifikasinya antara lain sebagai berikut ( radiopoetro,1996:100 ):
a.       mucosa
b.      elastis
c.       retikuler
d.      lemak
e.       pigment
A.     Mucosa
Biasanya terdapat pada berbagai bagian embryo, sel-selnya besar-besar, terdiri dari fibroblast, macrophag, lymphoid wan dering sel. Substansia intercellulernya lunak, seperti jelly dan homogen dalam keadaan segarnya. Jaringan ini akan mengangkut serabut-serabut kolagen yang tipis yang akan bertambah banyak dengan bertambahnya usia ( radiopoetro,1996:106).
B.     Elastik
Jaringan ini dapt merupakan suatu untaian serabut-serabut parallel, dimana serabut-serabut elatisnya tebal, refringent, bulat atau memipih, sering bercabang-cabang dan bersatu dalam suatu ujungnya. Di antara kelompokan-kelompokan kecil serabut-serabut itu terdapat ruangan-ruangan yang ditempati oleh anyaman serabut-serabut kolagen dan beberapa fibroblast (radiopoetro,1996:106).  
C.     Relikuler
Elemen-elemen fibrosa dari beberapa macam jaringan pengikat adalah serabut-serabut retikuler. Jenis-jenis sel yang biasanya berhubungan dengan serabut-serabut dari retikulum ini adalah sel-sel retikuler phagocytik atau macrophag. Dalam hal ini terdapat banyak bentuk-bentuk peralihan dari suatu type ke type sel yang lain (radiopoetro,1996:107).
D.    Lemak
Bagian pokok dari jaringan ini ialah kelompok-kelompok sel-sel yang tersusun rapat, dan ruangan-ruangan yang terdapat di antaranya ditempati oleh sel-sel fibroblast dan lymphosid yang memedat, dan sel mast yang menyebar. Juga terdapat serabut-serabut kolagen dan anyaman-anyaman serabut elastik dalam berbagai arah di antara sel-sel lemak tersebut. Jaringan lemak juga selalu mengandung anyaman kapiler yang sangat banyak. Jaringan lemak yang telah terbentuk sepenuhnya biasanya terbagi oleh jaringan-jaringan pengikat fibrosa menjadi lobuli dengan berbagai ukuran dan bentuk (radiopoetro,1996:107).
E.     Pigment
Disebut juga melanosit, yaitu sel-sel yang mengandung granula pigment.
            Jaringan pengikat radat
Banyak mengandung serat kolagen yang bersusun ke berbagai arah. Sel-sel lebih sedikit daripada jaringan pengikat longgar, yang paling banyak ialah fibroblast (yatim,1996:29).
Terdapat pada dermis, tunica submucosa ( lapisan di bawah lapisan mukosa ) saluran pencernaan, dan membina kapsul alat-alat seperti limfa, nodus limfa dan ganglion, dan yang menghubungkan berbagai jaringan yang banyak mendapat tekanan dan tarikan (yatim,1996:30).
2.7.1 Macam-macam jaringan pengikat rapat yang khusus
Jaringan pengikat rapat yang khusus ialah seperti (yatim,1996:30):
a.       tendon
b.       aponeurosis
c.        ligamen
d.       fasciae
e.        perikhondrium
f.        periosteum
g.       Pimysium
A. Tendon
Tendon: jaringan pengikat rapat yang menghubungkan otot dengan tulang, disebut juga urat otot, panjang, bentuk silinder, dan pipih. Serat kolagen bersusun rapat dan sejajar, di antaranya banyak fibrosit (disebut juga sel tendon ). Jika tendon itu gepeng seperti pita, disebut aponeurosis (yatim,1996:30-31).
B.     Ligamen
Ligamen ( ligamentum ), ialah jarigan pengikat rapat yang menghubungkan ruas-ruas tulang sesamanya di daerah sendi. Susunan serat kolagen lebih rapat dariada tendo. Dikenal pula berbagai macam ligamen yang menggantung dan melindungi berbagai alat dalam seperti “broad ligament”, keduanya menggantung limpa ke lambung dan ke ginjal (yatim,1996:31).
C. Omentum
Omentum suatu selaput jaringan pengikat longgar yang membentuk tirai dari lambung ke usus. Selaput ini berperan penting sekali, untuk melindungi suatu daerah pencernaan dari infeksi (yatim,1996:31).
D.    Peritonium
Peritonium selaput jaringan pengikat longgar yang melapis rongga perut sejak dinding tubuh sampai ke alat dalamabdomen ( lambung, usus, hati, ginjal, dan sebagainya ). Pada saluran pencernaan ia berada paling luar saluran pencernaan itu (yatim,1996:31).
E.     Pleura
Rongga dada serta alat didalamnya, diselaputi pula oleh selaput jaringan pengikat longgar yang disebut pleura ( menyelaputi rongga dada dan paru ) dan pericardium ( menyelaputi khusus jantung ) (yatim,1996:31).
F.     Mesenteri
Mesenteri ( mesenterium ), selaput jaringan pengikat longgar yang menggantung saluran pencernaan ke dinding tubuh di dorsal dan ventral. Sesungguhnya peritonium juga, tapi dibina atas dua lapis peritonium, dan di dalam kedua lapisan itu ada lagi jaringan pengikat tipis (yatim,1996:31).
G.    Fascia
Fascia, selaput jaringan pengikt rapat yang membungkus dan menyekat-nyekat bagian alat dalam, seperti otot, bawak kulit, dan ruas-ruas tulang (yatim,1996:31).















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat, menambah, dan menyokong berbagai jaringan, organ, dan bagian badan, dimana jaringan ini dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit.
Macam-macam jaringan pengikat benar antara lain sebagai berikut:
1. Jaringan longgar
2. Jaringan rapat.
 jaringan ikat benar terdiri dari 3 koponen antara ain yaitu: 
1. Bahan dasar dan kandung
2. Sel jaringan pengikat terdiri dari: fibroblast, makrofaga, sel plasma, sel mast,     lekosit, mesenkhim, melanosit.
3. Serat jaringan pengikat terdiri dari: lagen, astis, tikulosa.
Jaringan pengikat longgar disebut juga jaringan areolar. Komponen utama ialah bahan dasar. Mengisi ruang antara serat-serat dan otot, menunjang jaringan epitel, dan membentuk lapisan luar pembuluh darah dan pembuluh limfa.
Jaringan pengikat longgar macam-macam modifikasinya antara lain: mucosa, elasti, retikuler, lemak, pigment.
Jaringan pengikat rapat yaitu mengandung serat kolagen yang bersusun kr berbagai arah. Sel-sel lebih sedikit dari pada jaringan pengikat longgar yang paling banyak ialah fibriblast. Jaringan pengikat rapat yang khusus terdiri dari: tendon, aponeurosis, ligamen, fasciae, perikhondrium, periosteum, dan pimysium.







DAFTAR PUSTAKA

Radiopoetro.1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga.
Subowo.2009. Histilogi Umum. Jakarta: CV Sagung Seto.
Yatim, Wildan.1996. Histologi. Bandung: Tarsito.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar